Monday, April 6, 2015

Filled Under: ,

Rahasia Berdo'a Sebelum dan Saat Bangun Tidur

Banyak kalangan bahkan kajian yang mengatakan bahwa tidur merupakan penyerupaan kematian mahluk [termasuk manusia tentunya]. Karena saat tidur mahluk tak kuasa lagi untuk mengendalikan tubuh. dianalogikan [seperti] jasad dan ruh terpisah sementara [saat tidur]. 

Bahkan angka kematian saat tidur-pun menurut beberapa penelitian cukup banyak terjadi. Penelitian terkini menunjukkan sleep apnea meningkatkan risiko kematian dini pada orang dewasa dan manula. Hal ini terjadi karena penderita sleep apnea mengalami gangguan sumbatan pernapasan saat tidur hingga bisa terjadi henti napas. Gejala ganggun ini yang paling mudah dikenali adalah tidur mendengkur.

Ada pula yang disebabkan oleh Hipoglikemia. Hipoglikemia adalah keadaan di mana kadar gula darah atau glukosa cenderung rendah. Dalam keadaan normal, tubuh mempertahankan kadar gula darah antara 70-110 mg;/dL. Kadar gula darah yang rendah dapat menyebabkan berbagai gangguan fungsi tubuh, termasuk otak, karena otak adalah organ tubuh yang paling peka saat terjadi hipoglikemia. Jika kadar gula darah menurun dengan abnormal, maka dapat terjadi gangguan otak, bahkan bisa sampai pingsan.

Menurut hasil penelitian yang dilakukan Dr.Naresh Punjabi, dari John Hopkins University School of Medicine, Baltimore, AS, gangguan tidur ini meningkatkan risiko kematian hingga 40 persen. Sleep apnea menyebabkan jumlah oksigen yang beredar dalam tubuh berkurang sehingga jantung bekerja lebih keras. Hal ini jika berlangsung berkepanjangan bisa memicu serangan jantung atau stroke.
 

Setiap yang hidup pasti mati. itu merupakan ketentuan dari Yang Kuasa. Kita-pun tak dapat mengelak. Harapan dan do'a kita tentunya meninggal dengan keadaan beriman, Khusnul khotimah Allahumma Amin.

Untuk itu kita dianjurkan untuk berdo'a dalam pelbagai aktivitas kita. Salah satu utilitis [kegunaan] dari do'a tadi adalah jika saat mengerjakan aktivitas tersebut maut menjemput kita, [Insya Allah] kita meninggal dalam keaadan mengingat Allah.

Contoh kecil adalah berdo'a sebelum tidur. 
Bissmika allahumma ahya wa bismika amuut
"Ya Allah, dengan asma-Mu aku menjalani hidup dan dengan asma-Mu [pula] aku mati"

Prof. Komaruddin Hidayat dalam "Psikologi Kematian"  mengartikan do'a tersebut dengan "Ya Allah, dengan asma-Mu aku menjalani hidup dan dengan asma-Mu [pula] malam ini aku mau mati". Seperti telah di singgung diatas bahwa tidur adalah secuplik gambaran kematian. Setiap malam [atau setiap akan tidur] dengan membaca do'a tersebut manusia diajak untuk menghayati suasana kematian [tidur].

Begitupun saat bangun, dianjurkan untuk membaca do'a bangun tidur :
Alhamdulillahilladzi ahyana, ba'da ma amatana wailayhinnusyur
"Segala puji bagi-Mu ya Allah, yang menghidupkan kembali diriku setelah tidur [Kematian] ku, Dan hanya kepada-Mu lah nantinya kami semua akan berpulang"

Do'a bangun tidur tersebut sebagai ungkapan syukur kita, di "hidupkan" kembali pasca "Kematian" tadi malam [baca: tidur]. Yang artinya, Allah masih memberi kita kesempatan untuk menjalani hidup didunia, memberi kita nikmat bernafas, bergerak dan beraktivitas.

Sungguh pembelajaran yang dalam dan bermakna bukan? nampaknya sepele, hanya dalam aktivitas tidur dan bangun tidur. 

Mari membiasakan berdo'a sebelum dan sesudah tidur, terlebih dalam aktivitas-aktivitas lain. Agar senantiasa di jaga oleh Allah SWT.


Sudah malam, saat-nya istirahat...dan jangan lupa membaca do'a :)

#Islamgram
 

0 komentar:

Post a Comment