Friday, November 1, 2013

Filled Under:

Hikmah Hujan



Di negara beriklim tropis seperti Indonesia, Umum dan lumrahnya memilik dua musim dalam setahun. Berbeda dengan Eropa yang memiliki 4 Musim dalam setahun. Tak perlu iri tak ada salju di Indonesia, Karena negara ini punya hamparan penghijau yang tak terperikan eloknya. Hanya keelokan itu mulai tak di sadari oleh banyak kalangan. Nggak percaya? Silahkan cari di mbah google .

Kembali ke soal musim. Kalau mau lebih jeli kini jatuh tempo musim hujan dan kemarau tak lagi menentu bukan? Di sebagian daerah yang sejatinya telah masuk musim penghujan masih mengalami kemarau, atau sebaliknya. 

Pernahkah anda mengeluh soal musim? Ketika anda sedang akan melakukan aktivitas, tiba-tiba hujan lebat, kemudian banjir, macet melanda, kendaraan anda mogok, anda telat sampai tempat aktivitas, janji berantakan, Stress ringan melanda, perekonomian ikut macet, tuntutan hidup terus saja berjalan dan membengkak, Semua serasa tak nikmat, tak dapat di nikmati  dan seterusnya. Lebay ya? Ahh bukan kah anda yang mengeluhkannya?

Hujan adalah berkah, Rahmat dan nikmat.

Nggak percaya? Mungkin anda perlu melebarkan ruang lingkup syukur anda. Tidak melulu bersyukur untuk ruang pribadi. Ada syukur yang ruangnya lebih luas dan universal. Contohnya dalam Hujan. Berikut  beberapa trik menikmati Hujan, Nggak penting ya? Ya paling tidak mengurangi stress ringan anda :)

  • Hujan + Kopi = Berkah
Waktu paling nikmat menikmati kopi atau minuman panas adalah ketika Hujan turun, Silahkan anda coba ketika hujan turun. Sementara persetan dengan aktivitas anda. Seduhlah kopi panas dan rileks sejenak menikmati. Betapa nikmat Yang Kuasa begitu meluap-luap dan tak mampu di tampung cangkir penampung air kopi anda. Apalagi di nikmati dengan orang terkasih. Silahkan coba. Sebelumnya pernahkah anda terpikir sejenak mensyukuri nikmat tersebut?
  • Hemat


Bagi sebagian orang (ingat anda sedang tidak bersyukur dalam lingkup diri sendiri). Hujan adalah penghemtan. Sebagian orang ada yang harus membeli air untuk hidupnya. Sebagian lagi harus menimba. Sebagian lagi harus menunggu truck-truck pengangkut air. Ketika hujan turun, Semua itu teratasi dengan menampung curahan dari langit. Hemat dan berkah bukan? Meski anda tak ikut menikmatinya, Setidaknya hal itu menjad nikmat sesama anda, Manusia.
  •  Subur

Bagi ruas-ruas tanah yang jarang di kecup air, Hujan adalah penghujung rindu tanah tersebut. Jika tanah anda tidak seperti nasib tanah yang telah di sebutkan, mungkin saja tanah tetangga. Atau mungkin tanah saudara anda di kampung sebelah. Jika ia, Mengapa anda tidak ikut bersyukur?
  • Sadar

Penggugah sadar, Sadarkah banjir yang datang adalah ulah kita? Sadarkah kita masih sering membuang sampah sembarangan? Sadarkah kita tidak memperhatikan alam? Sadarkah? Hingga kita tidak pernah sadar bahwa hujan memang berkah


Semoga bermanfaat, #Islamgram


0 komentar:

Post a Comment