Saturday, January 24, 2015

,

Perayaan Hari Valentine, adakah dalam Islam?






Bulan Februari, Kekinian sangat identik dengan hari kasih sayang.  Atau lebih masyhur dengan istilah Valentine's Day. Hari yang menurut kalangan-kalangan di luar sana digambarkan sebagai hari kasih sayang. Mungkin para sobat Islamgram sudah mafhum dan tau lebih mengenai asal-usul dan bagaimana mengenai hari kasih sayang ini.

Semakin kekinian adat yang berkembang semakin tidak karuan saja. Hari valentine kerap menjadi ajang yang berlebihan [dalam merayakaannya] entah berasal dari mana, sumber nya siapa banyak muda-mudi yang terlampau batas dalam melakukan celeberation pada tanggal 14 Februari setiap tahunnya. Mengenggak khamr, Sex bebas dsb. seakan menjadi agenda yang masuk dalam prosesi perayaan valentine, naudzubillah.

Jika menengok sejarah islam, tentu saja tidak akan ditemukan perayaan hari valentine atau dalam istilah arab kerab di sebut dengan ﻋﻴﺪ ﺍﻟﺤﺐ. 

Belakangan pun lahir berabagai pendapat dalam kalangan Islam. mengenai perayaan hari valentine. Namun sebagian besar mengharamkan perayaan tersebut dirayakan oleh umat islam.

Berikut beberapa pendapat tokoh islam mengenai hari valentine :

  • Al-Lajnah Ad-Da’ imah lil Buhuts Al-’Ilmiyah wal Ifta (Dewan Ulama untuk Pembahasan Ilmiah dan Fatwa – bertempat di Kerajaan Arab Saudi)
Berdasarkan dalil-dalil dari Al-Kitab dan As-Sunnah, para pendahulu umat sepakat menyatakan bahwa hari raya dalam Islam hanya ada dua, yaitu Idul Fithri dan Idul Adha, selain itu, semua hari raya yang berkaitan dengan seseorang, kelompok, peristiwa atau lainnya adalah bid’ah, kaum muslimin tidak boleh melakukannya, mengakuinya, menampakkan kegembiraan karenanya dan membantu terselenggaranya, karena perbuatan ini merupakan perbuatan yang melanggar batas-batas Allah, sehingga dengan begitu pelakunya berarti telah berbuat aniaya terhadap dirinya sendiri. [Sumber]
 
  • Ibnu Khaldun berikut ini : 
Yang kalah cenderung mengekor yang menang, dari segi pakaian , kendaraan, dan bentuk senjata yang dipakai, malah meniru dalam setiap cara hidup mereka, termasuk disini adalah mengikuti adat istiadat mereka..." 
-Termasuk yang manakah kita, yang menang atau yang kalah?? Silakan renungkan. [Sumber]

  • KH. Ma'ruf Amin
KH Ma'ruf Amin menyatakan bahwa merayakan hari kasih sayang atau Velentine Day hukumnya haram. Jika Dilihat dari perayaannya karena banyak pesta, mabuk-mabukan, sudah haram, jadi tanpa mengeluarkan fatwa secara khusus, sudah ketahuan (haramnya). [Sumber]

  • saaid.net/mktarat/7oob/14.htm

    الإحتفال بعيد الحب لا يجوز لوجوه :
    الأول: أنه عيد بدعي لا أساس له في الشريعة .
    الثاني : أنه يدعو إلى العشق والغرام .
    الثالث: أنه يدعو إلى إشتغال القلب بمثل هذه الأمور التافهة المخالفة لهدي السلف الصالح رضي الله عنهم .
    فلا يحل أن يحدث في هذا اليوم شيء من شعائر العيد سواءً كان في المآكل ، أو المشارب ، أو الملابس ، أو التهادي ، أو غير ذلك .
    وعلى المسلم أن يكون عزيزاً بدينه وأن لا يكون إمعةً يتبع كل ناعق ، أسأل الله تعالى أن يعيذ المسلمين من كل الفتن ما ظهر منها وما بطن ، وأن يتولانا بتوليه وتوفيقه

    Artinya: Memperingati Hari Valentine tidak boleh karena beberapa alasan: Pertama, Valentine Day adalah lebaran bid'ah yang tidak ada dasarnya dalam syariah. Kedua, mengundang pada perbuatan ishiq dan gharam. Ketiga, menyebabkan sibuknya hati dalam urusan remeh seperti ini yang berlawanan dengan petunjuk generasi salaf. 
 
  •  ttp://ar.islamway.com/fatwa/14482

    لا يجوز للمسلم أن يهنئ اليهود ولا النصارى ولا أن يشاركهم، وسبق أن تهنئتهم بأعيادهم كما قال شيخ الإسلام مثل تهنئتهم بالسجود للصنم، وتهنئتهم بشرب الخمر. هذا خطير، لا يجب للإنسان أن يشارك اليهود ولا يهنئهم، ولا ببطاقات، ولا شيء

    Artinya: Perayaan Hari Valentine (Valentine Day) tidak boleh (haram) karena beberapa alasan:
    Pertama, Ia adalah hari raya yang tidak ada dasarnya dalam syariah Islam.
    Kedua, mendorong pada perbuatan ishq dan gharam.
    Ketiga, mendorong menyibukkan hati untuk melakukan perbuatan rendah yang bertentangan dengan tradisi salaf.
    Maka tidak halal pada hari ini mengadakan sesuatu yang menjadi tanda perayaan baik berupa makanan, minuman, pakaian, saling memberi hadiah, dll

Menurut 
Muhammad Abduh Tuasikal  dalam note-nya  ada 6 Alasan Mengapa HARAM Hukumnya Ikut Merayakan Hari Valentine.

  • Alasan Pertama: Merayakan Valentine Berarti Meniru-niru Orang Kafir

Agama Islam telah melarang kita meniru-niru orang kafir (baca: tasyabbuh). Larangan ini terdapat dalam berbagai ayat, juga dapat ditemukan dalam beberapa sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan hal ini juga merupakan kesepakatan para ulama (baca: ijma’). Inilah yang disebutkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitab beliau Iqtidho’ Ash Shiroth Al Mustaqim (Ta’liq: Dr. Nashir bin ‘Abdil Karim Al ‘Aql, terbitan Wizarotusy Syu’un Al Islamiyah).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan agar kita menyelisihi orang Yahudi dan Nashrani. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى لاَ يَصْبُغُونَ ، فَخَالِفُوهُمْ

“Sesungguhnya orang Yahudi dan Nashrani tidak mau merubah uban, maka selisihlah mereka.” (HR. Bukhari no. 3462 dan Muslim no. 2103) Hadits ini menunjukkan kepada kita agar menyelisihi orang Yahudi dan Nashrani secara umum dan di antara bentuk menyelisihi mereka adalah dalam masalah uban. (Iqtidho’, 1/185)

Dalam hadits lain, Rasulullah menjelaskan secara umum supaya kita tidak meniru-niru orang kafir. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud. Syaikhul Islam dalam Iqtidho’ [hal. 1/269] mengatakan bahwa sanad hadits ini jayid/bagus. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaiman dalam Irwa’ul Gholil no. 1269). Telah jelas di muka bahwa hari Valentine adalah perayaan paganisme, lalu diadopsi menjadi ritual agama Nashrani. Merayakannya berarti telah meniru-niru mereka.
  • Alasan Kedua: Menghadiri Perayaan Orang Kafir Bukan Ciri Orang Beriman

Allah Ta’ala sendiri telah mencirikan sifat orang-orang beriman. Mereka adalah orang-orang yang tidak menghadiri ritual atau perayaan orang-orang musyrik dan ini berarti tidak boleh umat Islam merayakan perayaan agama lain semacam valentine. Semoga ayat berikut bisa menjadi renungan bagi kita semua.

Allah Ta’ala berfirman,

وَالَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا

“Dan orang-orang yang tidak menyaksikan perbuatan zur, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.” (QS. Al Furqon [25]: 72)

Ibnul Jauziy dalam Zaadul Masir mengatakan bahwa ada 8 pendapat mengenai makna kalimat “tidak menyaksikan perbuatan zur”, pendapat yang ada ini tidaklah saling bertentangan karena pendapat-pendapat tersebut hanya menyampaikan macam-macam perbuatan zur. Di antara pendapat yang ada mengatakan bahwa “tidak menyaksikan perbuatan zur” adalah tidak menghadiri perayaan orang musyrik. Inilah yang dikatakan oleh Ar Robi’ bin Anas.

Jadi, ayat di atas adalah pujian untuk orang yang tidak menghadiri perayaan orang musyrik. Jika tidak menghadiri perayaan tersebut adalah suatu hal yang terpuji, maka ini berarti melakukan perayaan tersebut adalah perbuatan yang sangat tercela dan termasuk ‘aib (Lihat Iqtidho’, 1/483). Jadi, merayakan Valentine’s Day bukanlah ciri orang beriman karena jelas-jelas hari tersebut bukanlah hari raya umat Islam.

  • Alasan Ketiga: Mengagungkan Sang Pejuang Cinta Akan Berkumpul Bersamanya di Hari Kiamat Nanti

Jika orang mencintai Allah dan Rasul-Nya, maka dia akan mendapatkan keutamaan berikut ini.

Dari Anas bin Malik, beliau mengatakan bahwa seseorang bertanya pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَتَّى السَّاعَةُ يَا رَسُولَ اللَّهِ

“Kapan terjadi hari kiamat, wahai Rasulullah?”

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,

مَا أَعْدَدْتَ لَهَا

“Apa yang telah engkau persiapkan untuk menghadapinya?”

Orang tersebut menjawab,

مَا أَعْدَدْتُ لَهَا مِنْ كَثِيرِ صَلاَةٍ وَلاَ صَوْمٍ وَلاَ صَدَقَةٍ ، وَلَكِنِّى أُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ

“Aku tidaklah mempersiapkan untuk menghadapi hari tersebut dengan banyak shalat, banyak puasa dan banyak sedekah. Tetapi yang aku persiapkan adalah cinta Allah dan Rasul-Nya.”

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata,

أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ

“(Kalau begitu) engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat lain di Shohih Bukhari, Anas mengatakan,

فَمَا فَرِحْنَا بِشَىْءٍ فَرَحَنَا بِقَوْلِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – « أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ » . قَالَ أَنَسٌ فَأَنَا أُحِبُّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ ، وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ مَعَهُمْ بِحُبِّى إِيَّاهُمْ ، وَإِنْ لَمْ أَعْمَلْ بِمِثْلِ أَعْمَالِهِمْ

“Kami tidaklah pernah merasa gembira sebagaimana rasa gembira kami ketika mendengar sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: Anta ma’a man ahbabta (Engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai).”

Anas pun mengatakan,

فَأَنَا أُحِبُّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ ، وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ مَعَهُمْ بِحُبِّى إِيَّاهُمْ ، وَإِنْ لَمْ أَعْمَلْ بِمِثْلِ أَعْمَالِهِمْ

“Kalau begitu aku mencintai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakar, dan ‘Umar. Aku berharap bisa bersama dengan mereka karena kecintaanku pada mereka, walaupun aku tidak bisa beramal seperti amalan mereka.”

Bandingkan, bagaimana jika yang dicintai dan diagungkan adalah seorang tokoh Nashrani yang dianggap sebagai pembela dan pejuang cinta di saat raja melarang menikahkan para pemuda. Valentine-lah sebagai pahlawan dan pejuang ketika itu. Lihatlah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas: “Kalau begitu engkau bersama dengan orang yang engkau cintai”. Jika Anda seorang muslim, manakah yang Anda pilih, dikumpulkan bersama orang-orang sholeh ataukah bersama tokoh Nashrani yang jelas-jelas kafir?

Siapa yang mau dikumpulkan di hari kiamat bersama dengan orang-orang kafir[?] Semoga menjadi bahan renungan bagi Anda, wahai para pengagum Valentine!

  • Alasam Keempat: Ucapan Selamat Berakibat Terjerumus Dalam Kesyirikan dan Maksiat

“Valentine” sebenarnya berasal dari bahasa Latin yang berarti: “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi. (Dari berbagai sumber)

Oleh karena itu disadari atau tidak, jika kita meminta orang menjadi “To be my valentine (Jadilah valentineku)”, berarti sama dengan kita meminta orang menjadi “Sang Maha Kuasa”. Jelas perbuatan ini merupakan kesyirikan yang besar, menyamakan makhluk dengan Sang Khalik, menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala.

Kami pun telah kemukakan di awal bahwa hari valentine jelas-jelas adalah perayaan nashrani, bahkan semula adalah ritual paganisme. Oleh karena itu, mengucapkan selamat hari kasih sayang atau ucapan selamat dalam hari raya orang kafir lainnya adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan kesepakatan para ulama (baca: ijma’ kaum muslimin), sebagaimana hal ini dikemukakan oleh Ibnul Qoyyim rahimahullah dalam kitabnya Ahkamu Ahlidz Dzimmah (1/441, Asy Syamilah). Beliau rahimahullah mengatakan, “Adapun memberi ucapan selamat pada syi’ar-syi’ar kekufuran yang khusus bagi orang-orang kafir (seperti mengucapkan selamat natal atau selamat hari valentine, pen) adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan ijma’ (kesepakatan) kaum muslimin. Contohnya adalah memberi ucapan selamat pada hari raya dan puasa mereka seperti mengatakan, ‘Semoga hari ini adalah hari yang berkah bagimu’, atau dengan ucapan selamat pada hari besar mereka dan semacamnya. Kalau memang orang yang mengucapkan hal ini bisa selamat dari kekafiran, namun dia tidak akan lolos dari perkara yang diharamkan. Ucapan selamat hari raya seperti ini pada mereka sama saja dengan kita mengucapkan selamat atas sujud yang mereka lakukan pada salib, bahkan perbuatan seperti ini lebih besar dosanya di sisi Allah. Ucapan selamat semacam ini lebih dibenci oleh Allah dibanding seseorang memberi ucapan selamat pada orang yang minum minuman keras, membunuh jiwa, berzina, atau ucapan selamat pada maksiat lainnya.”

  • Alasan Kelima: Hari Kasih Sayang Menjadi Hari Semangat Berzina

Perayaan Valentine’s Day di masa sekarang ini mengalami pergeseran. Kalau di masa Romawi, sangat terkait erat dengan dunia para dewa dan mitologi sesat, kemudian di masa Kristen dijadikan bagian dari simbol perayaan hari agama, maka di masa sekarang ini identik dengan pergaulan bebas muda-mudi. Mulai dari yang paling sederhana seperti pesta, kencan, bertukar hadiah hingga penghalalan praktek zina secara legal. Semua dengan mengatasnamakan semangat cinta kasih.

Dalam semangat hari Valentine itu, ada semacam kepercayaan bahwa melakukan maksiat dan larangan-larangan agama seperti berpacaran, bergandeng tangan, berpelukan, berciuman, bahkan hubungan seksual di luar nikah di kalangan sesama remaja itu menjadi boleh. Alasannya, semua itu adalah ungkapan rasa kasih sayang. Na’udzu billah min dzalik.

Padahal mendekati zina saja haram, apalagi melakukannya. Allah Ta’ala berfirman,

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isro’ [17]: 32)

Dalam Tafsir Jalalain dikatakan bahwa larangan dalam ayat ini lebih keras daripada perkataan ‘Janganlah melakukannya’. Artinya bahwa jika kita mendekati zina saja tidak boleh, apalagi sampai melakukan zina, jelas-jelas lebih terlarang.

  • Kerusakan Keenam: Meniru Perbuatan Setan

Menjelang hari Valentine-lah berbagai ragam coklat, bunga, hadiah, kado dan souvenir laku keras. Berapa banyak duit yang dihambur-hamburkan ketika itu. Padahal sebenarnya harta tersebut masih bisa dibelanjakan untuk keperluan lain yang lebih bermanfaat atau malah bisa disedekahkan pada orang yang membutuhkan agar berbuah pahala. Namun, hawa nafsu berkehendak lain. Perbuatan setan lebih senang untuk diikuti daripada hal lainnya. Itulah pemborosan yang dilakukan ketika itu mungkin bisa bermilyar-milyar rupiah dihabiskan ketika itu oleh seluruh penduduk Indonesia, hanya demi merayakan hari Valentine. Tidakkah mereka memperhatikan firman Allah,

وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ

“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan.” (QS. Al Isro’ [17]: 26-27). Maksudnya adalah mereka menyerupai setan dalam hal ini. Ibnu Mas’ud dan Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Tabdzir (pemborosan) adalah menginfakkan sesuatu pada jalan yang keliru.”

Keterangan diatas adalah keterangan yang dapat di rangkum Islamgram mengenai valentine's days. Sobat-sobat kini dapat tahu dan memilih dan memilah dengan cerdas apa yang boleh dan tak boleh, semoga bermanfaat

#Islamgram

Friday, January 23, 2015

Ragam Berita Islami

Dunia informatika kekinian memang benar-benar canggih. Segala akses dapat kita nikmati dan pergunakan hanya dengan menggeser-geser telunjuk pada layar. Hal tersebut tentu memberikan kemudahan-kemudahan dan pelbagai efisiensitas bagi penggunanya, disamping dampak-dampak negative apabila disalah gunakan.

Contoh paling mudah : 
Dizaman sebelum era informatika yang berkembang seperti sekarang ini, kita akan (sedikit) sulit mencari-cari hadist sesuai tema yang kita inginkan, derajat hadis tersebut, perawinya dsb. 
Namun dizaman informatika seperti sekarang ini, akses untuk hal-hal yang sebelumny di cari dengan cara manual seperti diatas sudah dijembatani dengan pelbagai program-program yang ada baik di gadget, komputer dsb. kita dapat mencari hadist mengenai tema A, B, C dsb. bahkan beberapa sudah mencantumkan bagaimana runtutan hadist, perawi, derajat kesahihan hadist. dsb.  pelbagai macam klasifikasi telah dilakukan demi kemudahan-kemudahan untuk mengaksesnya.

sebuah perkembangan yang menarik bukan?

Dalam ranah audio-visual pun perkembangan yang ada juga begitu progres. Mungkin di tahun 90an kita menyaksikan berbagai macam acara da'wah dan ceramah dengan menghadirkan 1 orang  da'i dan 1 orang pembawa acara yang sedang berdialog. dizaman tersebut metode dakwah yang di tampilkan memang seperti itu.
belakangan kita dapat menyaksikan berbagai macam ragam berita islami dengan berbagai macam metode pula.Berikut adalah beberapa ragam berita islami yang berhasil Islamgram rangkumkan untuk sobat-sobat pembaca sekalian :

  • Talk-show Interaktive
Dipertengahan 90'an metode talk-show interaktive sudah mulai masuk dan hadir di media televisi, termasuk dalam acara-acara bernafaskan dakwah. kekinia metode tersebut masih sering digunakan dengan pelbagai macam pengembangan menyesuaikan media komunikasi yang berkembang pula. tak jarang kini acara-acara dakwah di televisi menggunakan media twitter, skype dsb. dalam rangka membuka jalan para penonton untuk dapat berinteraksi dan mengikuti acara dakwah yang sedang berlangsung
  • Video-Slide
Ini adalah metode dakwah terbaru yang belakangan kerap mengisi televisi kita. dimana acara yang ditayangkan menampilkan pelbagai macam visualisasi tema dengan mamanfaatan slide video yang ada di youtube. info yang diberikan pun kemudian diklasifikasi sedemikian rupa dengan menambahkan video-video yang sedikit banyak mendeskripsikan tema. Misalnya : 4 hal yang membatalkan puasa menurut Islam, 5 Ibadah sunnah yang dianjurkan .... dsb.
  • Selebrity Magnet
Dunia selebritas diakui atau tidak menarik pelbagai macam element masyarakat [termasuk islam] untuk berbondong-bondong mengalihkan perhatian pada mereka. Segala macam pemberitaan di ekspos sedemikian rupa dan di hadirkan pada khalayak guna mengisi acara-acara televisi yang di tonton.
Beberapa acara Islami di televisi mencoba mengkombinasikan hal tersebut dengan menghadirkan selebriti dalam sebuah acara islami. kehadiran mereka sedikit banyak menjadi magnet dalam rangka mensyiarkan dakwah melalui media audio-visual kekinian
  • Ftv Islami
Cerita-cerita keseharian yang masih memiliki keterikatan dan keterikatan dengan dunia islam juga di kombinasikan dan di visualisasikan dan bahkan diperankan dalam sebuah frame FTV. cerita yang di hadirkan di skenariokan sedemikian rupa seperti kehidupan-kehidupan dan fenomena-fenomena yang kerap terjadi di masyarakat. skenario tersebut di bumbui dengan dakwah-dakwah islamiyah. sehingga penonton yang menyaksikan diharapkan dapat menarik intisari dan kesimpulan dari cerita yang ditayangkan.
Segala bentuk dakwah dan pelbagai macam modelnya semakin berkembang. Semoga kita selalu dibukakan hati dan fikiran dalam menerima dan memfilter dakwah-dakwah yang kita terima

Wallahu a'lam
#Islamgram

, ,

Hajji, Out Of The Basic Pillars Of Relligion

Haji merupakan rukun ke-lima dari pilar fundamental dan pokok dalam Islam   yang dikenal sebagai Rukun Islam. Ibadah haji adalah sebuah perjalanan [ziarah] ke kota suci Makkah di Arab Saudi. Ini adalah wajib bagi setiap Muslim dewasa [baik laki-laki maupun perempuan]  setidaknya sekali dalam seumur hidup nya [dengan catatan mampu melaksanakannyan, baik fisik, maupun finansial]. Hajji dapat diwakilkan jika memang teradapat halangan yang membuat peserta hajji tidak mampu atau tidak dapat berangkat. Seseorang dapat melakukan ibadah haji dengan menunjuk perwakilan atau teman yang pergi berhaji untuk "menggantikan" nya.

Ziarah ritual dimulai pada tanggal 7 Zil-Hijjah dan berlanjut sampai hari ke-12 itu.   Sejumlah besar Muslim melakukan ibadah haji setiap tahun, dan ritual ini menjadi salah satu  kekuatan pemersatu dalam Islam dengan membawa pengikut beragam latar belakang bersama dalam perayaan keagamaan.

Sekilas sejarah
Ritual haji pada dasarnya di lakukan oleh Nabi Muhammad saw, ritual dan praktek yang hingga kini masih terus dijaga dan dilakukan. Kekinian, Para peziarah berangkat haji dengan paket haji murah, tidak hanya sampai disitu para jama'ah haji juga mengunjungi situs terkenal yang memiliki nilai terbesar dalam sejarah Islam. Namun kunjungan ini tidak ada bagian dari Haji mereka, tapi kunjungan tempat-tempat ini memiliki nilai sejarah besar dalam Islam dan dunia islam.

Pelaksanaan
Pada jarak hampir 6 km dari Makkah, Jama'ah akan masuk dalam keadaan "kudus" dan kemurnian yang dikenal sebagai "Ihram". Para Jamaah hajji laki-laki yang mengenakan  pakaian Ihram, yang terdiri dari dua lembar mulus putih yang melilit tubuh. Hal ini dilarang untuk memotong kuku, rambut sampai ritual haji benar-benar berakhir.

Memasuki Makkah dan mencapai ke Masjidil Harram, Jama'ah akan berjalan tujuh kali mengelilingi kuil suci yang disebut Ka'bah. Kaabah berada  di Masjidil haram  dan di sana mereka disunnahkan mencium atau menyentuh Batu Hitam (Hajar al-Aswad). Jama'ah  melakukan sholat dua rakaat, di arah Maqam Ibrahim dan Ka'abah. Setelah thawaf dan doa , mereka naik ke arah Safa dan Marwa, dan berjalan tujuh kali antara  Gunung Safa dan Marwah Gunung.

Hari ke-7 Dzul-Hijjah mengingatkan peziarah lagi dari tugasnya, tindakan suci menuju Allah SWT. Ini adalah tahap kedua Zil-Hijjah dan pada tahap kedua dari ritual, yang berlangsung antara 8 dan hari-hari ke-12 bulan, haji mengunjungi tempat-tempat suci di luar Makkah

The Jabal al-Rahmah, Muzdalifah, Mina dan kemudian mereka mengorbankan hewan untuk memperingati pengorbanan yang dilakukan oleh Nabi Ibraham AS. Para jamaah kemudian mencukur rambut  mereka, dan, setelah melempar tujuh batu pada masing-masing dari tiga pilar [Jumrah] di Mina (pilar sebagai perumpamaan wujudu setan) pada tiga hari berturut-turut, mereka kembali ke Makkah untuk melakukan perpisahan thawaf [Thawaf wada'] mengelilingi Ka'bah sebelum meninggalkan kota.


Diterjemahkan dari judul : "Hajj, out of the basic pillars of relligion" yang ditulis Oleh Muhammad   Pada sumber asli.


Tuesday, January 20, 2015

, ,

Yang mengurangi kesempurnaan Jum'at

Sholat Jum'at merupakan perkara yang wajib bagi muslim laki-laki di seluruh dunia sobat Inslamgram, Bukan karena menambah derajat kegantengan seperti yang biasa beredar. Namun memang sudah menjadi kewajiban bagi kaum lelaki untuk menunaikannya.

Melaksanakannya merupakan sebuah ibadah, dan akan lebih sempurna lagi ibadah tersebut apabila sobat Islamgram menghindari hal-hal yang memang dapat mengurangi kesempurnaan ibadah tersebut. Rugi bukan apabila kita melaksanakan sebuah ibadah namun tidak sekaligus meraih kesempurnaan didalamnya, ya paling tidak mendekati kesempuranaan. dengan jalan apa? Melaksanakan hal-hal yang menjadi tuntunan dalam pelaksanaan Sholat jum'at tentunya, Sunah-sunah yang dianjurkan Nabiyullah Muhammad SAW [Shollu alaih wa'ala alihi wa ashabihi ajma'in]

Sering kita menjumpai beberapa hal-hal yang "sudah biasa" ada didepan mata kita ketika melaksanakan ibadah wujub indal jum'at ini. "sudah terbiasa" belum tentu benar lho sobat Islamgram. Alahkah baiknya jika hal-hal yang "sudah biasa"  namun tidak sesuai tuntunan tersebut kita rubah sesuai tuntunannya bukan? 

Berikut beberapa hal yang dapat mengurangi kesempurnaan sholat jum'at yang "sudah biasa" kita jumpai, Namun perlu di rubah :

  • Datang Terlambat
Ini adalah kebiasaan buruk yang sebaiknya dihindari. Datang saat-saat menjelang akhir prosesi jum'ah selesai. Sunnah yang dianjurkan adalah berangkat lebih awal bukan sebaliknya. Banyak pahala terbuang sia-sia apabila kita datang terlambat, bukankah sobat Isalamgram pernah mendengar siapa datang duluan akan mendapat [pahala seperti berqurban] dengan unta? kalau pernah mendengar, mengapa tidak mulai merubah diri untuk melaksanakannya?
  • Mengisi Barisan Paling Belakang
Kebiasaan yang mengurangi kesempurnaan selanjutnya adalah mengisi barisan paling belakang, bukan sebaliknya (-__-). Padahal keutamaan-keutamaan yang seharusnya adalah mendekati Khatib, bukan duduk menjauhinya. Sudah datang terlambat mengisi shaf dan barisan belakang pula, gimana mau mendapat unta? 

  • Bercakap ketika Khutbah berlangsung
Bercakap dan beramah tamah dengan sesama muslim memang baik dan dianjurkan, namun jika salah waktu tentu akan menjadi fatal dan bukan menghadirkan keberkahan. Salah satunya adalah kebiasaan yang kerap terjadi dimana kita kerap bercengkrama saat khutbah berlangsung. Alangkah meruginya kita berangkat dengan pakaian rapi, wangi namun berada di shaf belakang dan ramai berbicara sendiri, naudzubillah min dzalik.
  • Sleeping In the Jum'ah


Ada salah satu anekdot yang mengatakan, "waktu tidur paling nikmat adalah ketika sholat jum'at, sedikit namun lega" 


Itu adalah perangkap penggoda yang dipasang oleh musuh kita [baca:syaitan] dalam menjerat kita agar jauh dari kesempurnaan ibadah. Mengantuk memang manusiawi, Namun usahakan jangan ketika sholat jum'ah. Alangkah baiknya melakukan naum qoilulah dahulu sebelum berangkat jum'atan. tidur sebentar untuk menghindari kantuk ketika khutbah berlangsung.
  • Terlambat rakaat sholat jum'at Namun.....

Banyak diantara kita yang tidak mengetahui bahwa terlambat pada rakaat ke -2 sholat jum'ah namun tidak mengganti/meneruskan masbuk-nya dengan sholat dhuhur. 

Para jumhur ulama' sepakat berpendapat bahwa apabila kita tertinggal satu rakaat jum'at maka kita meneruskan kekurangan 1 rakaat lagi. namun apabila kita tertinggal 2 rakaat [Datang masbuk pada saat imam ruku' rakaat kedua] maka kita wajib meneruskan ketertinggalan rakaat kita dengan sholat dzuhur.


Wallahu a'lam
Semoga bermanfaat

Sunday, January 26, 2014

,

Duh, Rugi kalo ga Dhuha



Sholat Dhuha, Yap Sholat sunnah yang banyak orang mengartikannya sebagai sholat pengundang rezeki. Jika dilihat dari waktunya Sholat duha adalah shalat sunah yang dilakukan setelah terbit matahari sampai menjelang masuk waktu zhuhur. 

Mengapa mengundang rezeki? Emang manjur?
Sholat ini di sebut sebagai pengundang rezeki karena memang secara gamblang termaktub dalam do'a yang merupakan satu paket dengan-nya, Silahkan simak do'a sholat dhuha berikut, beserta artinya...dibaca pelan-pelan sob, ga usah buru-buru :)